Mengenal 5 Tahapan Berduka saat Gagal Ujian & Cara Mengatasinya

5 Tahapan Berduka Saat Gagal Ujian Dan Tips Mengatasinya

Share

Gagal lolos ujian bisa jadi pengalaman yang menyakitkan, membingungkan, bahkan mematahkan semangat untuk berjuang. Di saat seperti ini, ada baiknya kamu memahami tahapan-tahapan berduka, agar bisa memproses dan menavigasikan perasaanmu dengan baik.

Dalam artikel ini, kamu akan dipandu untuk memahami 5 fase berduka seperti yang dijabarkan dalam model Kubler-Ross.[1] Setelah membaca, diharapkan kamu tidak larut dalam kesedihan dan bisa kembali semangat dalam mengejar peluang berikutnya. Mari, ketahui tentang model ini lebih dalam.

5 Tahapan Emosi saat Sedih atau Berduka

Mengetahui tahapan-tahapan emosi (stages of grief) saat berduka dapat menjadi cara untuk kamu bangkit dari situasi yang menyedihkan dan mulai move on.

Ini beberapa tahap yang mungkin akan kamu rasakan:

1. Denial (Penolakan)

Denial merupakan fase pertama yang umum terjadi saat kamu merasa sedih. Di fase ini, mungkin kamu akan menolak kenyataan bahwa kamu telah gagal ujian, apalagi kalau kamu sudah belajar dengan keras.

Fase satu ini sangat wajar terjadi sebagai bentuk perlindungan diri di saat kamu belum bisa mencapai sesuatu. Untuk mengalihkan perasaan ini, kamu bisa coba menghubungi orang-orang terkasih untuk mencurahkan perasaan.

2. Anger (Kemarahan)

Ketika sudah mulai bisa mencerna situasi, kamu mungkin akan merasa marah dan frustasi. Di fase ini, kamu mungkin cenderung mencari hal untuk disalahkan, mulai dari situasi saat ujian, soal ujian yang terasa tidak adil, bahkan mungkin menyalahkan dirimu sendiri.

Dalam situasi ini, sebaiknya kamu cari tahu apa saja yang bisa memicu kemarahan, lalu mengalihkan emosi negatif yang muncul dengan berolahraga atau melakukan hobi.

3. Bargaining (Berandai-andai atau Menawar)

Seandainya dulu saya melakukan hal A, pasti saya akan lolos”

“Andai saya bisa memutar balik waktu, saya akan melakukan hal B supaya bisa lolos ujian”

Di fase bargaining, pengandaian seperti di atas mungkin akan jadi hal yang tidak asing. Kamu mungkin akan merasakan sesal dan terlarut dalam hal-hal yang mungkin akan terjadi, alih-alih menerima hal yang sudah terjadi. Di situasi seperti ini, kamu bisa coba mengalihkannya dengan meditasi atau menuliskan diari.

4. Depression (Depresi)

Setelah melalui ketiga fase sebelumnya, kamu mungkin akan merasa bahwa jalanmu sudah benar-benar tertutup dan tidak ada cara memutar balik waktu.

Kamu mungkin akan merasa putus asa dan mempertanyakan kemampuanmu sendiri.

Di fase ini, ada kemungkinan kamu akan menutup diri dan sulit menemukan motivasi. Di situasi ini, ada baiknya kamu menyibukkan diri dengan kegiatan atau orang-orang yang kamu sukai dan hindari terlarut dalam rasa sedih.

5. Acceptance (Penerimaan)

Seiring waktu, kamu cenderung akan melakukan refleksi, tidak hanya pada kegagalan masa lalu, namun juga pada reaksimu terhadap kegagalan tersebut. Di fase ini, kamu akan mulai menerima kenyataan, dan menyadari bahwa gagal lolos ujian bukanlah akhir dari segalanya.

Di fase acceptance, kamu belum tentu merasa senang dengan kegagalanmu. Bahkan, bukan tidak mungkin kamu masih merasa sedih. Namun, kamu akan mulai merasakan damai dan mulai yakin untuk kembali melangkah.

Tips agar Tidak Larut dalam Kesedihan

Bagaimana cara agar tidak sedih yang berlarut-larut? Ini beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Ambil Jeda untuk Memproses Perasaan

Saat merasakan emosi negatif, ambillah waktu sejenak untuk merasakan dan mengidentifikasi emosi tersebut. Emosi apa yang tepatnya kamu rasakan? Apakah sedih, marah, menyesal, malu, atau merasa bersalah? Atau, mungkin saja ada perasaan lain yang kamu rasakan.

Setelah berhasil mengidentifikasi emosi, jangan buru-buru menolak atau memendamnya. Alih-alih, terima pikiran dan emosi yang kamu rasakan. Pahami bahwa reaksi kamu valid dan merupakan suatu hal yang normal.

2. Bicara dengan Orang Tepercaya

Bicara atau curhat dengan orang-orang yang kamu percaya bisa sangat membantu kamu untuk berpikir positif dan lebih cepat move on.

Selain memberikan dukungan emosional, kamu juga bisa mengandalkan orang-orang terdekat untuk memberi perspektif, solusi, dan validasi yang kamu butuhkan. Siapa tahu, mereka juga pernah mengalami hal yang serupa, sehingga kamu tak akan merasa sendirian.

3. Alihkan Kesedihan dengan Fokus pada Alternatif dan Peluang Baru

Gagal ujian mungkin memang menyakitkan, namun, ini bukanlah akhir dari perjalananmu. Alih-alih, kamu bisa melihatnya sebagai kesempatan baru yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam.

Jika mau, tidak ada salahnya untuk mengulang ujian yang sama untuk menunjukkan tekad kamu. Namun, kamu juga bisa mempertimbangkan pilihan-pilihan lain yang juga kamu minati. Pokoknya, ingatlah bahwa kamu akan selalu memiliki kesempatan selama kamu ingin mencoba.[2]

Tidak ada orang yang ingin gagal, terutama dalam meraih impiannya. Sayangnya, hal demikian terkadang tak bisa dihindari. Namun, ketahuilah bahwa setelah situasi ini, kamu akan tumbuh menjadi sosok yang lebih tangguh dan percaya diri.

Tahapan berduka pada setiap orang mungkin saja berbeda, baik secara urutan ataupun durasi waktu. Yang terpenting adalah selalu semangat untuk #RaihMasaDepanmu yang gemilang, supaya kegagalan di masa lalu bisa menjadi kisah yang manis untuk kamu kenang kembali nantinya.

Share

Berikan Rating & Feedback agar kami dapat meningkatkan layanan informasi kami.

Form Review Halaman Program Studi
WhatsApp
Zoom