Telkom University merupakan kampus swasta nomor satu di Indonesia yang memiliki ribuan mahasiswa yang datang dari segala penjuru Nusantara, mulai dari Sabang sampai Merauke. Kampus ini menjadi tempat bertemunya budaya, tradisi, dan latar belakang yang beragam.
Bagi mahasiswa perantau, keputusan untuk kuliah jauh dari rumah tentu hal yang patut dikagumi karena membutuhkan keberanian yang besar dan tekad kuat. Mereka harus meninggalkan keluarga, kenyamanan rumah, serta kampung halaman demi mengejar pendidikan dan cita-cita.
Tak jarang rasa homesick menjadi tantangan bagi sebagian mahasiswa rantau, terutama di awal masa perkuliahan. Rindu terhadap rumah, keluarga, dan suasana familiar di kampung halaman, ditambah proses adaptasi dengan lingkungan baru, bisa membuat rasa homesick semakin mendalam. Kondisi ini wajar terjadi, tetapi jika tidak ditangani dengan baik, homesick bisa menganggu kenyamanan dan kegiatan dalam kehidupan kampus.
Apa Itu Homesick?
Homesick sendiri bukanlah gangguan emosi ataupun penyakit mental. Homesick adalah perasaan emosional yang timbul ketika seseorang berada jauh dari rumah dan berada di lingkungan yang baru serta asing.
Rasa homesick dapat dialami oleh siapa saja yang pindah tempat, baik sementara maupun permanen. Homesick timbul akibat rasa kesepian yang bercampur dengan rasa tidak nyaman serta keinginan kembali ke tempat yang familiar dan penuh dukungan. Gejala homesick ini cenderung datang dan pergi seiring berjalannya waktu. [1] [2]
Tanda Kamu Sedang Mengalaminya
• Kangen Rumah dan Keluarga
Rasa kangen pada rumah dan keluarga adalah salah satu hal yang paling wajar dialami saat homesick. Kamu akan sering teringat oleh kebiasaan-kebiasaan yang kamu lakukan dulu di rumah. Kenyamanan rumah dan masakan ibu menjadi hal yang tidak bisa dirasakan lagi saat kamu jauh dari rumah. Momen-momen penting bersama keluarga yang terlewatkan juga bisa menjadi pemicu homesick.
• Kehilangan Minat pada Aktivitas Sehari-hari
Saat kamu terus-menerus memikirkan untuk kembali ke rumah, kamu bisa saja kehilangan semangat dalam menjalani rutinitas. Kegiatan yang biasanya menyenangkan jadi terasa membosankan dan jenuh karena pikiran kamu yang terfokus untuk hal lain. Ini bisa membuatmu sulit untuk sepenuhnya fokus dalam aktivitas sehari-hari.
• Sulit Beradaptasi
Berada di tempat baru mengharuskan kamu untuk menyesuaikan diri dengan baik, tetapi proses ini bisa saja lama untuk sebagian orang. Beradaptasi dengan kebiasaan, budaya, dan lingkungan yang berbeda menjadi tantangan tersendiri yang bisa membuatmu merasa canggung atau kurang nyaman. Situasi ini bisa menyebabkan kamu merasakan homesick.
• Perasaan Lebih Sensitif dan Merasa Kesepian
Kehilangan kedekatan dengan keluarga dan teman dekat saat berada jauh dari rumah dapat memicu rasa kesepian yang mendalam. Kondisi ini sering kali membuat emosi menjadi lebih sensitif, bahkan membawa gelombang perasaan sediih yang datang secara tiba-tiba dan membuat perasaan negatif semakin intens.
Tips Atasi Homesick
• Tetap Terhubung dengan Keluarga dan Teman Lama
Meskipun terpisah oleh jarak, menjaga komunikasi secara rutin sangat penting dilakukan bagi mahasiswa rantau. Terus terhubung dengan keluarga dan teman memungkinkan mereka untuk mengetahui kondisi kamu. Dukungan dan perhatian dari orang-orang terdekat dapat memberikan rasa nyaman dan mengurangi perasaan kesepian.
• Eksplorasi lingkungan baru
Lingkungan yang baru memberikan kesempatan untuk dapat memperluas zona nyaman dan menemukan hal-hal menarik yang belum pernah kamu temui sebelumnya. Kamu bisa mencoba dengan berjalan-jalan dan mengunjungi tempat baru untuk menciptakan kenangan yang berkesan. Dengan menjelajahi sekitar, kamu dapat merasa lebih terhubung dengan lingkungan baru.
• Bangun Kegiatan Positif di Kampus
Dengan adanya kesibukan, kamu bisa mengalihkan perhatian dari perasaan homesick. Terlibat dalam kegiatan positif tidak hanya memberikan manfaat besar, tetapi juga pengalaman berharga. Kesibukan seperti bergabung dengan organisasi, kepanitiaan, atau UKM dapat membantu mengembangkan keterampilan baru dan memperluas relasi sosial.
• Buat Tujuan dan Fokus pada Kuliah
Setiap kali perasaan homesick muncul, ingatlah kembali dengan tujuan yang kamu tetapkan untuk kuliah. Fokus pada impian dan pencapaian akademik dapat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk terus maju. Dengan mengingat tujuanmu, kamu bisa lebih mudah mengalihkan perhatian dari perasaan rindu dan merasa lebih termotivasi untuk mengatasi tantangan yang ada.
• Cari Support System
Bertemu dengan orang yang bisa kamu percayai di lingkungan baru sangat penting agar kamu memiliki seseorang yang dapat diandalkan saat merasa down atau membutuhkan bantuan. Adanya support system membuat kamu bisa dengan relaks bercerita maupun berkeluh kesah. Dukungan langsung dari orang yang dekat denganmu dapat membuat kamu merasa tenang dan lebih kuat.
Homesick merupakan tantangan yang berat, tetapi percayalah bahwa perasaan tersebut akan berlalu. Dengan tekad yang kuat dan dukungan yang baik, kamu akan mampu melewati setiap rintangan. #CreatingTheFuture bersama Telkom University untuk menggapai cita-cita!
Penulis: Ghaisani Mitsuko Nozomi – S1 MBTI (Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika) Angkatan 2024