Budaya di Telkom University: Beda Jurusan, Beda Vibes

Budaya di Telkom University Beda Jurusan, Beda Vibes

Memilih jurusan kuliah bukan hanya soal menentukan karir masa depan, tapi juga sekaligus memilih budaya dan lingkungan seperti apa yang akan kita hadapi empat tahun ke depan. Lalu, bagaimana dengan budaya di Telkom University?

Di Telkom University, perbedaan ini terlihat nyata dari mahasiswa yang berasal dari berbagai rumpun ilmu. Perbedaan persona ini bukan tanpa alasan, ritme belajar yang unik di setiap jurusan secara alami membentuk kebiasaan dan karakter mahasiswanya.

Untuk kamu calon mahasiswa baru, ayo kita intip bagaimana dinamika tersebut menurut sudut pandang anak teknik, bisnis, dan seni di Telkom University.

Anak Teknik, Si Paling Ambis

Sering kali kita punya bayangan sendiri soal tipikal mahasiswa di jurusan tertentu. Misalnya, anak teknik sering dijuluki ‘si paling ambis’. Sheren (Teknologi Informasi, 2024) mengakui hal itu, “anak teknik itu memang banyak yang ambis apalagi kalau dia aktif lab dan lebih banyak fokus ke akademik pasti lebih kuat lagi kesan itu,” ungkapnya.

Memasuki dunia perkuliahan pasti tidak terhindar dari yang namanya fenomena culture shock. Sheren bercerita bagaimana ia sempat clueless tentang coding dan istilah baru karena tidak berasal dari SMK seperti rata-rata temannya. Ia harus beradaptasi dengan logika algoritma yang belum pernah ditemui semasa sekolah.

Sementara itu, bagi Sheren, tantangan terbesar justru sering muncul di detik-detik terakhir pengerjaan tugas besar. “Yang bikin kesel itu waktu ngerjain logika nya udah bener dan gak ada coding error tapi pas mau presentasi tiba-tiba ada aja kode yang kehapus dan akhirnya bikin error padahal harusnya udah sempurna,” pungkasnya.

Anak Seni, Si Paling Santai

Hal ini cukup kontras dengan anak seni yang dianggap ‘si paling santai’. Bagi Keyza (Kriya Tekstil & Fashion, 2024) tanggapan seperti itu bisa muncul karena orang luar cenderung menilai dari faktor penampilan, “anak seni emang lebih ekspresif cara berpakaiannya jadi sering dibilang vibes santai atau bebasnya melekat,” jelasnya.

Perihal culture shock, Keyza lebih kaget tentang tugas yang tidak bisa dikerjakan secara mepet. “Jujur, karena di seni atau desain tuh banyak praktek jadi kita tuh gak bisa kalau instan soalnya banyak eksperimen dulu dan bakal banyak revisi sama dosen,” katanya.

Dalam kehidupan kampus, kita juga tidak bisa melewatkan kebiasaan unik yang menjadi ciri khas setiap jurusan. Di lingkungan anak seni, mereka lebih fleksibel tapi tetap intens. Lebih lanjut, Keyza memaparkan kalau mereka dibebaskan untuk memutar musik di kelas sebagai solusi agar tidak cepat bosan karena setiap desain yang dikerjakan memakan waktu lama untuk bisa selesai.

Anak Bisnis, Si Paling Jurnal

Melihat dari kacamata anak bisnis, gaya hidup mereka sebenarnya praktis karena tidak pernah pusing soal gaya berpakaian. Caila menambahkan, “pakai kaos atau kayak kemeja juga kayaknya enggak apa-apa asalkan tetap kelihatan rapi gitu pakai sepatu, terus barang wajib yang harus dibawa di tas pastinya kalkulator sama kertas folio buat nge-jurnal kapanpun dan dimanapun.”

Kejutan budaya serupa juga dirasakan oleh Caila dari program studi Akuntansi angkatan 2024. Ia sama sekali tidak menyangka akan lebih banyak belajar teori daripada hitungan. “Emang sih setiap matkul pasti ada hitungannya, tapi enggak sebanyak itu dan sesusah itu kalo dibandingin sama banyak teori pajak atau manajemen risiko yang harus dihafal.” tuturnya.

Disisi lain, Caila, menguraikan ritual-pasca ujian di jurusannya yang disebut ‘nyocokin akun dan angka’ supaya sesuai dengan yang tercantum di dalam jurnal. “Alasan kita selalu ngelakuin hal itu karena kita mau akunnya bener, karena percuma kalau angkanya bener pun, kalau akunnya salah ya tetap salah,” tegasnya.

Stereotip Bukan Hambatan, Temukan Gayamu Sendiri!

Pada akhirnya, setiap jurusan di Telkom University membentuk budaya dan menawarkan tantangan bagi mahasiswanya. Berikut ini adalah kalimat singkat dari Sheren, Keyza dan Caila yang bisa mewakili ‘vibes’ setiap jurusan sebagai penutup:

  • Akuntansi: “Pilihannya cuma dua: balance atau breakdown.”
  • Teknologi Informasi: “Sehat-sehat anak IT!”
  • Kriya Tekstil & Fashion: “Kelihatannya stylist dan estetik, padahal aslinya kotor dan penuh revisi.”

Jadi, sudah terbayang akan bergabung dalam barisan yang mana? Yuk, tentukan langkahmu dan mulai ceritamu sendiri #CreatingTheFuture di Telkom University!

Penulis: Hanina Aulia Saffana – (Mahasiswa S1 Public Relation Angkatan 2024)

Share

Berikan Rating & Feedback agar kami dapat meningkatkan layanan informasi kami.

Form Review Halaman Program Studi