Memasuki Tahun Ketiga Kuliah di Telkom University, Dari Ambisi Menuju Arah yang Pasti

Memasuki Tahun Ketiga Kuliah di Telkom University, Dari Ambisi Menuju Arah yang Pasti

Tahun pertama kuliah seringkali diisi dengan semangat berapi-api untuk mendapatkan IPK sempurna. Namun, apa yang terjadi ketika seorang mahasiswa memasuki tahun ketiga? Di Telkom University (Tel-U), tahun ketiga merupakan fase krusial di mana teori mulai bertemu dengan realitas industri.

Kami berbincang dengan tiga mahasiswa tingkat tiga dari latar belakang yang berbeda untuk mendengar refleksi jujur mereka tentang perjalanan di Tel-U.

Perubahan Mindset, Target, dan Prioritas

Bagi kebanyakan mahasiswa, tahun ketiga adalah titik balik di mana prioritas mulai bergeser. Ridho Anugrah Mulyadi, mahasiswa S1 Teknik Komputer 2023, mengakui bahwa “kejar tayang” nilai A bukan lagi satu-satunya fokus.

“Dulu di semester awal mungkin obsesinya IPK harus 4. Tapi sekarang, akademik mulai jadi prioritas kedua, dalam artian saya lebih fokus pada hal yang impactful buat karir nantinya, seperti bangun relasi dan magang,” ujarnya.

Bagi Ridho yang bercita-cita menjadi teknisi, Tel-U memberikan ruang baginya untuk tidak sekadar membuat produk, tetapi juga menjadi seorang engineer yang memahami arsitektur desain sistem.

Hal senada dirasakan oleh Natalia Angelina dari S1 Ilmu Komunikasi. Ia merasa transisinya dari anak SMA ke mahasiswa tingkat atas sangat terasa dalam hal kedewasaan berpikir.

“Dulu targetnya cuma IPK tinggi. Sekarang, aku sudah mulai menata path life; mau magang di mana, kerja di bidang apa, sampai target jangka panjangnya seperti apa,” ungkapnya.

Menemukan Cinta Baru yang Tak Terduga

Salah satu keunikan kuliah di Tel-U adalah lingkungannya yang memungkinkan kita menemukan potensi tersembunyi. Raysa Hasna, mahasiswi D3 Sistem Informasi Akuntansi, berbagi cerita tentang lintas minat di dalam jurusannya sendiri.

“Waktu jadi maba, aku suka banget sama Akuntansi karena latar belakangku IPS. Tapi setelah tiga tahun di Tel-U, aku malah jatuh cinta sama Sistem Informasi,” cerita Raysa.

Dari yang awalnya buta coding, kini Raysa sudah berhasil membuat aplikasi yang bahkan sudah digunakan di beberapa SMK sebagai media pembelajaran. “Rasanya kayak nemu game baru, terus kita suka, dan kita ulik sampai mahir. Benar-benar di luar ekspektasi!”

Ekosistem Mentor dan Lingkungan Multikultural

Kenapa Telkom University dianggap sebagai tempat yang tepat untuk berkembang? Ridho menyebutkan bahwa kuncinya ada pada “ekosistem”. Melalui laboratorium, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), dan organisasi, ia bertemu dengan mentor-mentor yang membuka matanya tentang dunia industri.

“Ketemu mentor di lab itu ber-impact banget menurut saya. Mereka yang sudah duluan menyentuh dunia industri sering sharing pengalaman (ke junior-juniornya),” jelas Ridho. Ia juga menambahkan bahwa atmosfer multikultural di Tel-U sangat membantu dalam beradaptasi dengan berbagai jenis karakter manusia.

Natalia pun merasakan hal yang sama. Baginya, Tel-U adalah tempat di mana soft skill dan hard skill ditempa bersamaan.

“Dulu, aku nggak pernah ikut organisasi. Di Tel-U, aku coba ikut kepanitiaan dan klub fakultas. Di situ, aku belajar komunikasi lintas budaya dan lebih mengenal diri sendiri.”

Kurikulum yang Mengubah Cara Pandang

Akademik di Tel-U dirancang untuk membentuk pola pikir kritis. Natalia menyoroti mata kuliah Strategi Komunikasi dan Filsafat Komunikasi yang membuatnya sadar bahwa komunikasi bukan sekadar bicara dan mendengarkan, tapi harus punya perencanaan dan pemahaman audiens yang mendalam.

Sementara bagi Ridho, mata kuliah Analysis Design System adalah tonggak penting dalam rencana masa depannya. “Itu gunanya kuliah. Kita dikasih modul dan guidance biar tahu proses seorang engineer bikin alat itu seperti apa arsitekturnya.”

Tahun ketiga kuliah di Telkom University membuktikan bahwa kampus ini berhasil mengubah mahasiswa dari yang “cuma menjalani” menjadi “mulai memahami arah hidup”. Baik itu melalui penelitian bareng dosen seperti yang dilakukan Raysa, maupun melalui organisasi dan laboratorium yang menjanjikan jalur karier ke industri.

Sudah siap untuk menjadi Telyutizen yang sadar potensi? #CreatingTheFuture nyatanya sangat menyenangkan dan mendebarkan saat tahun ketiga berkuliah di Telkom University!

Penulis: Syifa Uswatun Khasanah

Share

Berikan Rating & Feedback agar kami dapat meningkatkan layanan informasi kami.

Form Review Halaman Program Studi