Saat ini, nasihat “Mulutmu, Harimaumu” bertransformasi menjadi “Jarimu, Harimaumu”. Bukan tanpa sebab, perubahan tersebut dikarenakan semakin berkembangnya teknologi, terutama media sosial, yang dapat merekam aktivitas penggunanya. Rekaman aktivitas ini dinamakan jejak digital.
Apa Itu Jejak Digital?
Jejak digital merupakan log atau rekaman aktivitas pengguna di perangkat digital seperti gawai, laptop atau bahkan kamera. Seperti halnya jejak kaki, jejak digital berguna untuk menelusuri kejadian terdahulu, sehingga akan sangat berguna untuk mencari tahu suatu kejadian.
Jejak digital dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
- Jejak digital pasif adalah sebuah jejak yang ditinggalkan pengguna secara tidak sadar atau tidak disengaja. Contohnya adalah riwayat pencarian di Google dan Cookies pada web.
- Jejak digital aktif adalah sebuah jejak yang sengaja diberikan oleh pengguna. Contohnya adalah unggahan di media sosial dan pengisian formulir online seperti memasukkan data diri.
Jejak digital ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk kelebihannya adalah akan mempermudah pengecekan aktivitas kembali pada kondisi tertentu, misalnya jika terjadi tindakan kejahatan. Namun, jejak digital juga akan mengganggu masalah privasi pengguna karena seluruh aktivitas di perangkat digital tersebut terekam di log aktivitas.[1]
Apa Itu Digital Forensik?
Digital forensik merupakan cabang dari ilmu forensik, ilmu yang digunakan untuk proses penyelidikan dengan menerapkan sains, yang mengutamakan penyelidikan di perangkat digital yang bersangkutan, baik korban maupun pelaku.[2]
Seorang ahli digital forensik membantu pihak berwajib untuk mendapatkan bukti digital. Bukti digital ini bisa dalam berbagai bentuk, seperti riwayat pencarian, chat, log aktivitas, unggahan, file, cache dan informasi digital lainnya.
Langkah penyelidikan digital forensik hampir sama dengan ilmu forensik lainnya, berikut penjelasannya:
- Identifikasi, tahap awal ilmu forensik yang merumuskan berbagai kemungkinan perangkat dan data apa saja yang dapat dijadikan bukti digital. Pada tahap ini, tim digital forensik juga akan menentukan beberapa bukti yang sudah dihapus apakah bisa dipulihkan kembali atau tidak.
- Pelestarian dan pengamanan, tahap untuk menjaga agar bukti digital yang ditemukan tetap akurat dan tidak dimodifikasi. Semua bukti digital yang ditemukan akan disalin, perangkat digital akan disita dan log aktivitas akan dibekukan untuk mencegah terjadinya penumpukan data baru.
- Analisis, setelah semua bukti digital terkumpul dan diamankan, tim digital forensik akan menganalisis bukti digital apa saja yang dapat dijadikan bukti kejahatan. Misalnya terdapat komunikasi dan file yang mencurigakan, tim digital forensik akan menggali hingga detail terkecil seperti orang yang menerima komunikasi dan waktu kejadian.
- Dokumentasi dan pelaporan, tahapan akhir ini merupakan pembuatan laporan untuk nantinya dilimpahkan ke pengadilan. Bukti kejahatan yang ditemukan akan diolah bisa berupa tulisan, gambar dan lainnya sehingga orang awam akan mengerti.[3]
Tentunya, tahapan digital forensik ini memiliki standarnya tersendiri dan tidak sembarang orang bisa melakukannya, maka dibutuhkan pembelajaran ilmu dan pelatihan, salah satunya ada pada mata kuliah peminatan di program studi Sistem Informasi, yang bernama Forensika Komputer.
Forensika Komputer: Mata Kuliah Untuk Membongkar Jejak Digital Seseorang
Forensika komputer adalah mata kuliah untuk mempelajari tata cara penyelidikan digital forensik. Pembelajarannya akan meliputi aturan pelaksanaan yang sesuai hukum dan etika, pemahaman mengenai bukti digital, pelaksanaan pengumpulan bukti digital serta belajar menganalisis dan melaporkan bukti kejahatan yang ditemukan.
Pada mata kuliah ini juga akan diperkenalkan alat-alat pendukung untuk pengumpulan bukti digital, contohnya adalah software Wireshark yang berguna untuk melihat lalu lintas data di jaringan komputer dan akan menghasilkan riwayat aktivitas pengguna saat mengakses apapun di internet.
Kemampuan yang Akan Dikuasai setelah Belajar Forensika Komputer
Banyak manfaat setelah mempelajari mata kuliah forensika komputer, kemampuanmu pada ilmu forensik tentu akan meningkat, berikut adalah beberapa kemampuan yang akan kamu dapatkan:
1. Pemulihan Data
Pemulihan data adalah hal terpenting dalam digital forensik, kemampuan ini akan mengembalikan data yang dihapus, kapan data dihapus dan motif pengguna saat menghapus data tersebut. Salah satu alat bantu penyelidikan yang dipelajari adalah Autopsy, yaitu software yang dapat memulihkan kembali file yang dihapus di hard disk dan flashdisk.
2. Manajemen Bukti Digital
Manajemen bukti digital merupakan kemampuan seseorang untuk mengelola, mengamankan dan mengamankan bukti digital yang telah ditemukan. Bukti digital harus selalu orisinil untuk menjaga kredibilitas dan keadilan di persidangan. FTK Imager adalah salah satu yang harus dipelajari, software ini berfungsi untuk membuat salinan dari sebuah file.
3. Keamanan Siber
Keamanan siber menjadi kemampuan dasar yang akan dikuasai setelah belajar forensika komputer. Bekerja di lingkup kejahatan tentunya menjadikan keamanan merupakan yang yang paling utama, sehingga kemampuan untuk mendeteksi dan mencegah ancaman kejahatan siber harus diperhatikan. Software seperti Volatility yang bisa mendeteksi malware pada penyimpanan perangkat digital aktif akan dipelajari pada forensika komputer.[4]
Menjadi Ahli Digital Forensik Bersama Program Studi S1 Informatika PJJ
Setelah membaca tentang digital forensik, apakah kamu tertarik? Jika tertarik, Telkom University akan menjadi wadah untuk menjadikanmu ahli digital forensik. Pada program studi S1 Informatika PJJ kamu akan dibimbing untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu, salah satunya ilmu forensik. Untuk informasi pendaftaran bisa langsung klik di sini. #CreatingTheFuture bersama Telkom University.
Penulis: Ali Hizqil Syauqani – S1 Informatika Angkatan 2023